Kisah Istri Nabi!. Aisyah. Wanita Paling Cerdas | Orang islam wajib tau

Kisah Istri Nabi!. Aisyah. Wanita Paling Cerdas.

Brebes.net - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat datang kembali  kali ini kita akan membahas kisah Aisyah binti Abu Bakar yaitu istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Aisyah merupakan istri nabi shallallahu alaihi wasallam Putri Abu Bakar As Siddiq Yaitu teman dan orang yang paling dikasihi nabi Aisyah masuk Islam ketika masih kecil sesudah 18 orang yang lain Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam memperistrinya pada tahun dua Hijriah Aisyah merupakan Putri Abu Bakar yang lahir 4 tahun sesudah Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam diutus menjadi rasul nasab dan masa kecil Aisyah 



binti Abu Bakar Aisyah adalah Putri Abdullah yang lebih dikenal dengan nama Abu Bakar As Siddiq dan berasal dari suku Quraisy atheimiyah Al Makkiyah Ayahnya adalah As Siddiq dan orang pertama yang mempercayai Rasulullah ketika terjadi Isra Mi'raj saat orang-orang tidak mempercayainya menurut riwayat ibunya bernama umuruman akan tetapi riwayat-riwayat lain mengatakan bahwa ibunya adalah Zainab atau wa'id binti Amir bin uwaimir bin Abdi Syams Aisyah pun digolongkan sebagai wanita pertama yang masuk Islam sebagaimana perkataannya sebelum aku berakal kedua orang tuaku sudah menganut Islam Aisyah dilahirkan 4 tahun sesudah nabi diutus menjadi Rasulullah ketika dakwah islam dihambat oleh orang-orang musyrik Aisyah melihat bahwa ayahnya menanggung beban yang sangat besar semasa kecil dia bermain-main dengan lincah dan ketika dinikahi Rasulullah usianya belum genap 10 tahun dalam sebagian besar riwayat disebutkan bahwa Rasulullah membiarkannya bermain-main dengan teman-temannya wafatnya Aisyah binti Abu Bakar dalam hidupnya yang penuh dengan jihad Saidah Aisyah wafat pada usia 66 tahun bertepatan 


dengan bulan Ramadhan tahun ke-58 Hijriah dan dikuburkan di Baki Aisyah binti Abu Bakar menikah dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 2 tahun setelah wafatnya Sayyidah Khadijah radhiyallahu anha datang wahyu kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam untuk menikahi Aisyah setelah itu rasulullah berkata kepada Aisyah aku melihatmu dalam tidurku tiga malam berturut-turut malaikat mendatangiku dengan membawa gambarmu pada selembar Sutra Seraya berkata ini adalah istrimu Ketika aku membuka tabirnya nampaklah wajahmu kemudian aku berkata padanya jika ini benar dari Allah niscaya akan terlaksana mendengar kabar itu Abu Bakar dan istrinya sangat senang terlebih lagi ketika Rasulullah setuju menikahi Putri mereka Aisyah beliau mendatangi rumah mereka dan berlangsunglah pertunangan yang penuh berkah itu setelah pertunangan itu 

Kisah Istri Nabi!. Aisyah. Wanita Paling Cerdas.

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam hijrah ke Madinah bersama para sahabat sementara istri-istri beliau ditinggalkan di Mekkah setelah beliau menetap di Madinah beliau mengutus orang untuk menjemput mereka termasuk di dalamnya Aisyah karena cuaca buruk yang melanda Madinah Aisyah sakit keras dan badannya menyusut seperti juga dialami orang-orang Muhajirin menyaksikan hal itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berdoa Ya Allah jadikanlah kami sebagai orang yang mencintai Madinah sebagaimana cinta kami kepada Mekah atau bahkan lebih lagi sembuhkanlah penghuninya dan penyakit berikanlah keberkahan kepada kami dalam Timbangan dan takarannya Lindungilah kami dari penyakit dan alihkanlah penyakit itu ke Juva kemudian Allah mengabulkan doa Rasulullah dan cuaca berangsur membaik sehingga hilanglah penyakit yang melanda kaum Muhajirin Aisyah pun sembuh dan bersiap-siap menghadapi hari pernikahan 


dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dengan izin Allah Menikahlah Aisyah dengan mas kawin 500 dirham ketika ditanya oleh Abu Salamah bin Abdul Rahman tentang jumlah mahar yang diberikan Rasulullah Aisyah menjawab mahar Rasulullah kepada istri-istrinya adalah 12 rupiah dan satu nasi Tahukah kamu satu nasi itu dijawab tidak kemudian lanjut Aisyah satu nasi itu sama dengan setengah oke ya yaitu 500 Dirham maka inilah marah Rasulullah terhadap istri-istri beliau Hadits Riwayat Muslim Aisyah binti Abu Bakar merupakan istri kecintaan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Aisyah tinggal di kamar yang berdampingan dengan Masjid Nabawi di kamar itulah Wahyu banyak turun sehingga kamar itu disebut juga sebagai tempat Turunnya wahyu di hati Rasulullah kedudukan Aisyah sangat istimewa dan itu tidak dialami oleh istri-istri Beliau yang lain di dalam hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dikatakan c


inta pertama yang terjadi di dalam Islam adalah cintanya Rasulullah kepada Aisyah di dalam riwayat Tirmidzi dikisahkan bahwa ada seseorang yang menghina Aisyah di hadapan Ammar bin Yasir sehingga Amar berseru kepadanya sungguh celaka kamu kamu telah menyakiti istri kecintaan Rasulullah Selain itu ada juga kisah lain yang menunjukkan besarnya Cinta Nabi kepada Aisyah dan itu sudah diketahui oleh kaum muslimin saat itu oleh karena itu kaum muslimin senantiasa menanti-nanti datangnya hari giliran Rasulullah pada Aisyah sebagai hari untuk menghadiahkan sesuatu kepada Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam keadaan seperti itu menimbulkan kecemburuan di kalangan istri Rasulullah lainnya tentang hal itu Aisyah pernah berkata orang-orang berbondong-bondong memberi hadiah pada hari giliran Rasulullah padaku karena itu teman-temanku yaitu istri nabi yang lainnya berkumpul di tempat umum Salamah mereka berkata Wahai Ummu 


Salamah demi Allah orang-orang berbendong-bondong memberikan hadiah pada hari giliran Rasulullah di rumah Aisyah sedangkan kita juga ingin memperoleh kebaikan sebagaimana yang diinginkan oleh Aisyah melihat reaksi seperti itu rasulullah meminta kaum muslimin untuk memberikan hadiah kepada beliau Pada hari giliran istri rasulullah yang mana saja Ummu Salamah pun telah menyatakan keberatan kepada Rasulullah Dia berkata Rasulullah berpaling dariku ketika beliau mendatangi aku aku pun kembali memperingatkan hal itu tetapi beliau berbuat hal yang serupa ketika aku mengingatkan beliau untuk yang ketiga kalinya beliau tetap berpaling dariku sehingga akhirnya beliau bersabda demi Allah Wahyu tidak 


turun kepadaku selama aku berada didekat kalian kecuali ketika aku dalam satu selimut bersama Aisyah Hadits Riwayat Muslim sekalipun perasaan cemburu istri-istri Rasulullah terhadap Aisyah sangat besar mereka tetap menghargai kedudukan Aisyah yang sangat terhormat bahkan ketika Aisyah wafat Ummu Salamah berkata demi allah Dia adalah manusia yang paling beliau cintai setelah ayahnya yaitu Abu Bakar suatu waktu Rasulullah ditanya oleh Amru Bin Ash Siapakah manusia yang paling engkau cintai beliau menjawab Aisyah Amru bertanya lagi dan dari kalangan laki-laki beliau menjawab ayahnya hadits mutafaqin alaih diantara istri-istri Rasulullah Saudah binti sumah sangat memahami keutamaan-keutamaan Aisyah sehingga dia merelakan seluruh malam bagiannya untuk Aisyah suatu hari Safiah bin huyay meminta kerelaan Rasulullah melalui Aisyah yaitu sebagaimana diriwayatkan oleh Ibnu Majah dari Aisyah suatu ketika Rasulullah enggan mendekati Shafiyah binti huyay bin athab ketika itu Shafiyah berkata kepada Aisyah wahai Aisyah Apakah engkau dapat merelakan 


Rasulullah kepadaku dan engkau akan mendapatkan hari bagianku Aisyah menjawab iya kemudian Aisyah mengambil kerudung yang ditetesi safaran dan disiram dengan air agar lebih harum setelah itu dia duduk di sebelah Rasulullah namun beliau bersabda Ya Aisyah menjauhlah engkau dariku hari ini bukan hari bagianmu Aisyah berkata ini adalah keutamaan yang diberikan Allah kepada dia yang dikehendakinya Aisyah Kemudian menceritakan duduk permasalahannya dan Rasulullah pun rela kepada Shafiyah dengan demikian dapat dikatakan bahwa Aisyah sangat memperhatikan sesuatu yang menjadikan Rasulullah rela dia 


menjaga agar jangan sampai beliau menemukan sesuatu yang tidak menyenangkan darinya karena itu salah satunya dia senantiasa mengenakan pakaian yang bagus dan selalu berhias untuk Rasulullah menjelang wafat Rasulullah meminta izin kepada istri-istrinya untuk beristirahat di rumah Aisyah selama sakitnya hingga wafatnya dalam hal ini Aisyah berkata merupakan ke nikmatan bagiku karena rasulullah wafat di pangkuanku perjalanan hidup Aisyah binti Abu Bakar yang mulia pada hakikatnya Setiap manusia memiliki kelemahan begitu juga hanya dengan Aisyah yang selain memiliki Kehormatan dan martabat juga memiliki kekurangan dalam hal ini dia pernah berkata aku tidak pernah melihat pembuat makanan seperti Shafiyah dia selalu menghadiahi makanan 


kepada Rasulullah tanpa sadar aku pernah memecahkan tempat makanan yang dibawa Safia aku bertanya kepada Rasulullah apa yang dapat dijadikan sebagai tempat yang pecah itu rasulullah menjawab tempat diganti dengan tempat dan makanan diganti dengan makanan Hadits Riwayat Bukhari Aisyah pernah berkata Halah binti khuwailid saudara perempuan Khadijah meminta izin kepada Rasulullah ketika itu Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam merasa bahwa cara Allah meminta izin sama dengan cara Khadijah meminta izin dan beliau merasa senang atas semua itu lalu Beliau berkata Ya Allah inilah Halah Binti khoilid aku berkata apa yang engkau sebut itu adalah seorang nenek dari nenek-nenek kaum Quraisy yang kedua sudut mulutnya merah dia telah tua Renta ditelan masa Semoga Allah memberi untukmu pengganti yang lebih baik daripada dia mendengar itu rasulullah menjawab Allah tidak akan memberikan pengganti yang lebih baik daripada Khadijah dia beriman kepadaku ketika orang lain 


mengingkariku dia telah mempercayaiku ketika orang lain mendustakanku dia telah mendermakan harta Bendanya untuk perjuanganku ketika orang lain menolak memberikan harta mereka Allah telah memberkahiku dengan putra-putri lewat Hadijah ketika yang lain tidak memberiku anak hadits riwayat Ahmad dan Muslim terdapat beberapa pendirian yang tegas dan pemecahan problema hukum yang penting baik khusus yang berkaitan dengan wanita maupun secara umum yang berkaitan dengan kehidupan kaum muslimin secara umum diriwayatkan 


bahwa pada zaman dahulu seorang laki-laki dapat menceraikan istrinya dengan sekehendak hati wanita itu akan kembali menjadi istrinya Jika suami membujuk kembali dalam keadaan iddah sekalipun dia telah menceraikannya 100 kali bahkan suami itu berkata kepada istrinya demi Allah aku akan menceraikanmu sehingga engkau menjadi jelas dan aku tidak akan memberi menafkah selamanya istrinya menemui Aisyah dan menceritakan dia menjawab aku menceraikanmu jika indahmu hampir berakhir dan jika engkau telah Suci kembali Aku akan merujukmu kembali istrinya menemui Aisyah dan menceritakan masalah yang dihadapinya Aisyah terdiam hingga Rasulullah datang beliau pun Diam tidak dapat menyelesaikan masalah tersebut hingga turunlah ayat talak yang dapat dirujuki dua kali setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang Ma'ruf atau menceraikannya dengan cara yang baik Alquran surah al-baqarah ayat 229 dalam 


penetapan hukum pun Aisyah kerap langsung menemui wanita-wanita yang melanggar syariat Islam suatu ketika dia mendengar bahwa kaum wanita dari Hamas di Syam mandi di tempat pemandian umum Aisyah mendatangi mereka dan berkata aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda perempuan yang menanggalkan pakaiannya di rumah selain rumah suaminya maka dia telah membuka tabir penutup antara dia dengan Tuhannya hadits riwayat Ahmad Abu Daud dan Ibnu Majah Aisyah pun pernah menyaksikan adanya perubahan pada pakaian yang dikenakan wanita-wanita Islam setelah rasulullah wafat Aisyah menentang Perubahan tersebut Seraya berkata seandainya Rasulullah melihat apa yang terjadi pada wanita masa kini niscaya beliau akan melarang mereka memasuki masjid sebagaimana wanita Israel dilarang memasuki tempat ibadah mereka di dalam tabakat Ibnu Sa'id mengatakan bahwa Hafsah binti Abdurrahman menemui Ummul mukminin Aisyah ketika itu Hafsah mengenakan kerudung tipis secepat kilat Aisyah menarik kerudung tersebut dan menggantinya dengan kerudung yang tebal rasulullah wafat dan dimakamkan di kamar Aisyah binti Abu Bakar bagi Aisyah menetapnya Rasulullah selama sakit di kamarnya merupakan kehormatan yang sangat besar karena dia dapat merawat beliau hingga akhir hayat berikut Aisyah melukiskan detik-detik terakhir rasulullah 


menjelang wafat sungguh merupakan nikmat Allah bagiku rasulullah wafat di rumahku pada hariku dan dalam dekapanku Allah telah menyatukan ludahku dan ludah beliau menjelang wafat Abdurrahman menemuiku di tangannya tergenggam Siwa sementara aku menyandarkan beliau aku melihat beliau menoleh ke arah Abdurrahman aku segera memahami bahwa beliau menyukai Siwa aku berbisik Kepada beliau Bolehkah aku haluskan Siwak untukmu beliau memberi isyarat dengan kepala sepertinya mengisyaratkan ia kemudian beliau menyuruhku menghentikan mendapatkan Siwa sementara di tangan Beliau ada bejana berisi air beliau memasukkan kedua belah tangan dan mengusapkannya ke wajah Seraya berkata Lailahaillallah setiap kematian mengalami sekarat beliau mengangkat tangannya pada Allah yang Maha Tinggi beliau menggenggam tangan dan perlahan-lahan tangan Beliau jatuh ke bawah hadits riwayat muttafaq 


alaih Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dikuburkan di kamar Aisyah tepat di tempat beliau meninggal sementara itu dalam tidurnya Aisyah melihat tiga buah bulan jatuh ke kamarnya ketika dia memberitahukan hal itu kepada ayahnya Abu Bakar berkata jika yang engkau lihat itu benar maka di rumahmu akan dikuburkan tiga orang yang paling mulia di muka bumi ketika rasulullah wafat Abu Bakar berkata beliau adalah orang yang paling mulia di antara ketiga Bulan Mu ternyata Abu Bakar dan Umar dikubur di rumah Aisyah kehidupan Aisyah binti Abu Bakar setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam wafat setelah rasulullah wafat Aisyah senantiasa dihadapkan pada cobaan yang sangat berat namun dia menghadapinya dengan hati yang sabar penuh kerelaan terhadap takdir Allah dan selalu berdiam diri di dalam rumah semata-mata untuk taat kepada allah allah subhanahu wa ta'ala berfirman dan hendaklah kamu tetap di rumahmu Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang 


dahulu dan Dirikanlah salat tunaikanlah zakat dan tantilah Allah dan rasulnya Sesungguhnya Allah bermaksud hendak menghilangkan dosa dari kamu hai ahlul bait dan membersihkan kamu sebersih-bersihnya Alquran surah al-ahzab ayat 33 rumah Aisyah senantiasa dikunjungi orang-orang dari segala penjuru untuk menimba ilmu atau untuk berziarah ke makam Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam ketika istri-istri nabi hendak mengutus Utsman menghadap Khalifah Abu Bakar untuk menanyakan harta warisan Nabi yang merupakan bagian mereka Aisyah justru berkata Bukankah Rasulullah telah berkata Kami para nabi tidak meninggalkan harta warisan apa yang kami tinggalkan itu adalah sedekah semasa kekhalifahan Abu Bakar kadar keilmuan Aisyah tidak begitu tampak di kalangan 


kaum muslimin karena dengan cara waktu wafatnya Rasulullah sangat dekat juga karena kaum muslimin sedang disibukkan oleh para Rida yaitu Perang melawan kaum murtad setelah 2 tahun 3 bulan dan 10 malam khalifah pertama yaitu Abu Bakar meninggal dunia Sebelum meninggal Abu Bakar berwasiat kepada putrinya agar menguburkannya di sisi Rasulullah Aisyah melaksanakan perintah ayahnya dan ketika Abu Bakar meninggal Aisyah menguburkan jenazahnya di sisi nabi kepalanya diletakkan pada sisi pundak nabi ilmu Aisyah mulai tampak pada masa kekhalifahan Umar sehingga para sahabat besar senantiasa merujuk pendapat 


Aisyah jika mereka dihadapkan pada permasalahan-permasalahan yang berkenaan dengan kaum muslimin di dalam tabakat dari Mahmud bin lohaid Ibnu sangat berkata para istri Nabi banyak menghafal hadits Nabi namun hafalan Aisyah dan umur Salamah tidak ada yang dapat menandingi Aisyah adalah penasehat kekhalifahan Umar dan Utsman hingga dia meninggal pada waktu itu Umar sangat memperhatikan keadaan istri-istri nabi tentang hal itu Aisyah berkata Umar Bin Khattab selalu memperhatikan keadaan kami dari ujung kepala sampai ujung kaki Dia memiliki tempat kurma besar yang selalu diisi buah-buahan dan kemudian dikirimkan kepada istri-istri Nabi Shallallahu alaihi wasallam begitu juga dengan Utsman bin Affan Aisyah sangat menghormati Usman karena kedudukannya sangat terhormat di hati Rasulullah Utsman bin Affan memiliki kedermawanan dan rasa malu yang besar sehingga Aisyah pernah berkata Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sangat malu jika bertemu dengan Usman 


jika nabi Bertemu Dengannya beliau akan duduk di sampingnya dan merapikan bajunya ketika Aisyah menanyakan hal itu beliau menjawab Aku merasa malu kepada seseorang yang kepadanya malaikat sangat malu di dalam hadits Nabi Aisyah meriwayatkan bahwa Rasulullah berwasiat kepada Utsman agar jangan turun dari kekhalifahan jika belum terlaksana dengan sempurna beliau bersabda wahai Utsman sesungguhnya Pada suatu hari nanti Allah akan mengangkatmu 


dalam urusan ini jika orang-orang munafik menginginkan Agar engkau meninggalkan baju kebesaran yang Allah Pakaikan kepadamu janganlah engkau melepaskannya beliau mengulang perkataan tersebut tiga kali ketika Utsman meninggal di tangan pemberontak Aisyah lah yang pertama menuntut balas atas kematiannya berkaitan dengan masalah permusuhan Aisyah dan Ali terdapat hadis dari Aisyah sendiri yang menetralkan isu tersebut Aisyah dan ali memiliki kedudukan yang mulia dan terhormat tentunya Aisyah tidak akan melupakan bahwa Ali adalah anak paman Rasulullah sekaligus sebagai suami dari putri Rasulullah Aisyah pun tentu tidak akan melupakan kegigihan Ali dalam berjihad di jalan Allah dan menjadi orang pertama yang masuk Islam dari kalangan anak-anak isu pertentangan Ali dan Aisyah Tentu saja tidak beralasan karena Aisyah 


sangat meyakini kualitas ilmu dan sifat amanah Ali ketika surai honey menanyakan kepada Aisyah tentang mengusap kufain atau penutup kepala ketika berwudhu maka Aisyah menjawab Datanglah kepada Ali karena dia selalu berpergian atau Safar bersama Rasulullah setelah Ali wafat Aisyah senantiasa berada di rumah dan memberikan pelajaran hadits dan tafsir ayat Alquran Aisyah tidak pernah rela membiarkan sepak terjang muawiyah Bin Abu Sufyan yang banyak bertentangan dengan syariat Islam walaupun muawiyah senantiasa berusaha menarik simpati dan kerelaan Aisyah suatu saat muawiyah mengutus seseorang untuk meminta fatwa kepada Aisyah yang isinya Tuliskan untukku dan jangan terlalu banyak Aisyah menjawab salam sejahtera buatmu aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda barangsiapa yang menjadi keretaan Allah sementara manusia marah niscaya Allah cukupkan baginya pemaafan manusia dan barangsiapa yang mencari kedutaan manusia dengan kemurkaan Allah niscaya Allah wakilkan masalah tersebut kepada manusia salam 


sejahtera untukmu berikut beberapa keteladanan Aisyah binti Abu Bakar yang pertama adalah zuhud kehidupan Aisyah penuh kemuliaan kezuhudan ketawaduan pengabdian sepenuhnya kepada Rasulullah selalu beribadah serta senantiasa melaksanakan salat malam Bahkan dia sering memberikan anjuran untuk salat malam kepada kaum muslimin dari Abdullah bin Qais Imam Ahmad menceritakan Aisyah berkata janganlah engkau tinggalkan sholat malam karena sesungguhnya Rasulullah tidak pernah meninggalkannya jika beliau sakit atau sedang malas beliau melakukannya sambil duduk Aisyah memiliki kebiasaan untuk memperpanjang shalat sebagaimana diriwayatkan oleh Ahmad dan Abdullah Bin Abu Musa atau Ibnu Modric memutusku kepada Aisyah untuk menanyakan segala urusan aku tiba ketika dia sedang sholat dhuha lalu aku duduk sampai dia selesai melaksanakan salat mereka berkata sabar-sabarlah kau menunggunya Aisyah pun senantiasa memperbanyak doa sangat takut kepada Allah dan banyak berpuasa sekalipun cuaca sedang sangat panas di dalam musnadnya Ahmad berkata Abdurrahman Bin Abu Bakar menemui Aisyah pada hari Arafah yang ketika itu sedang berpuasa sehingga air yang dia bawa disiramkan kepada Aisyah Abdul Rahman berkata berbukalah Aisyah menjawab Bagaimana aku akan berbuka sementara aku mendengar Rasulullah telah 


bersabda Sesungguhnya puasa pada hari Arafah akan menebus dosa-dosa tahun sebelumnya yang kedua adalah rajin bersedekah Aisyah banyak mengeluarkan sedekah sehingga di dalam rumahnya tidak akan ditemukan uang satu dirham atau satu Dinar pun Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam pernah bersabda berjaga dirilah engkau dari api neraka walaupun hanya dengan sebiji kurma di dalam riwayat lain dikatakan aku didatangi oleh seorang ibu yang membawa dua orang putrinya Dia meminta sesuatu dariku sedangkan aku tidak memiliki apapun untuk diberikan kepada mereka selain satu biji kurma aku memberikan kurma itu kepadanya dan ibu itu membaginya kepada kedua anaknya dia berdiri karena hendak pergi setelah itu rasulullah masuk dan bersabda barangsiapa mengasuh anak-anak itu dan berbuat baik kepada mereka Maka mereka akan menjadi penghalang baginya dari api neraka hadits riwayat muttafaq alaih ada juga riwayat lain yang membuktikan kedermawanan Aisyah urwah berkata muawiyah memberikan uang sebanyak 100.000 dirham kepada Aisyah demi Allah sebelum 


matahari terbenam Aisyah sudah membagi-bagikan semuanya budaknya berkata seandainya engkau belikan daging untuk kami dengan uang satu dirham Aisyah menjawab seandainya engkau katakan hal itu sebelum aku membagikan seluruh uang itu Niscaya akan aku lakukan hal itu untukmu yang ketiga Aisyah meriwayatkan hadits Aisyah memiliki wawasan ilmu yang luas serta menguasai masalah-masalah keagamaan baik yang dikaji dari Alquran hadis-hadis nabi maupun ilmu fiqih tentang masalah ilmu-ilmu yang dimiliki Aisyah ini di dalam al-mustadrak al-hakim mengatakan bahwa sepertiga dari hukum-hukum syariat dinukil dari Aisyah Abu Musa Al Asy'ari berkata setiap kali Kami menemukan kesulitan kami Temukan kemudahannya pada Aisyah para sahabat sering meminta pendapat jika menemukan masalah yang tidak dapat mereka selesaikan sendiri Aisyah pun sering mengoreksi ayat hadits dan hukum yang keliru diberlakukan untuk kemudian dijelaskan kembali maksud yang sebenarnya salah satu contohnya adalah perkataan yang diungkapkan oleh Abu Hurairah ketika itu 


Abu Hurairah merujuk hadits yang diriwayatkan oleh Fadli Ibnu Abbas bahwa barangsiapa yang masih dalam keadaan junub pada terbit fajar maka dia dilarang berpuasa ketika Abu Hurairah bertanya kepada Aisyah Aisyah menjawab Rasulullah pernah junub pada waktu Fajar bukan karena mimpi Kemudian beliau meneruskan puasanya setelah mengetahui hal itu Abu Hurairah berkata Dia lebih mengetahui tentang keluarnya hadits tersebut kamar Aisyah lebih banyak berfungsi sebagai sekolah yang murid-muridnya berdatangan dari segala penjuru untuk menuntut ilmu bagi murid yang bukan mahramnya Aisyah senantiasa membentangkan kain hijab di antara mereka tidak pernah mempermudah hukum kecuali jika sudah jelas dalilnya dari Alquran dan Sunnah Aisyah adalah orang yang paling dekat dengan Rasulullah sehingga banyak menyaksikan Turunnya wahyu kepada beliau sebagaimana perkataannya ini aku pernah melihat Wahyu turun kepada Rasulullah pada suatu hari yang sangat dingin sehingga beliau tidak sadarkan diri sementara keringat bercucuran dari dahi beliau Hadits Riwayat Bukhari Aisyah pun memiliki kesempatan untuk bertanya langsung kepada Rasulullah jika menemukan sesuatu yang belum dia pahami tentang suatu ayat 


dengan demikian dapat dikatakan bahwa dia memperoleh ilmu langsung dari Rasulullah sebagaimana ungkapannya ini aku bertanya kepada Rasulullah tentang ayat dan orang-orang yang memberikan apa yang telah mereka berikan dengan hati yang takut Alquran surah al-mu'minun ayat 60 Apakah yang dimaksud dengan ayat di atas adalah para peminum khamar dan pencuri beliau menjawab bukan Putri As Siddiq mereka adalah orang yang berpuasa salat dan bersedekah tetapi takut amal mereka tidak diterima mereka menyegerakan diri dalam kebaikan tetapi mendahului atau menentukan sendiri kebaikan tersebut hadits riwayat Ibnu Majah dan tirmisi Aisyah berkata lagi aku bertanya kepada Rasulullah tentang firman Allah Dimanakah manusia berada wahai Rasulullah beliau menjawab manusia berada di atas Sirat Hadits Riwayat Muslim Aisyah termasuk wanita yang banyak menghafalkan hadis-hadis Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam sehingga para ahli hadits menempatkan dia pada urutan kelima dari para penghafal hadits setelah Abu Hurairah Ibnu Umar Anas bin Malik dan Ibnu Abbas Aisyah memiliki keistimewaan yang tidak dimiliki siapapun yaitu meriwayatkan hadits yang langsung dia peroleh dari Rasulullah dan melafalkannya 


di rumah karena itu sering dia meriwayatkan hadits yang tidak pernah diriwayatkan oleh perawi hadits lain para sahabat penghafal hadis sering mengunjungi rumah Aisyah untuk langsung memperoleh hadis rasulullah karena kualitas kebenarannya sangat terjamin jika berselisih pendapatan tentang suatu masalah Tidak segan-segan mereka meminta penyelesaian dari Aisyah Qosim bin Muhammad bin Abu Bakar anak saudara laki-laki Aisyah mengatakan bahwa pada masa kekhalifahan Abu Bakar Umar dan Utsman Aisyah menjadi penasehat pemerintah hingga wafat Aisyah dikenal sebagai perawi hadits yang mengistibat hukum sendiri ketika kejelasan hukumnya tidak ditemukan dalam Alquran dan hadis lain dalam hal ini Abu Salamah berkata aku tidak pernah melihat seorang yang lebih mengetahui sunnah Rasulullah lebih benar pendapatnya Jika dia berpendapat lebih mengetahui bagaimana Alquran turun serta lebih mengenal kewajibannya selain Aisyah suatu ketika saat bin Hisyam menemui Aisyah dan berkata aku ingin bertanya tentang Bagaimana pendapatmu jika aku tetap membujang selamanya Aisyah menjawab janganlah kau lakukan hal itu karena aku mendengar Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tentang firman Allah telah kami utus rasul-rasul sebelummu dan kami telah ciptakan bagi mereka istri-istri dan keturunan Oleh karena itu janganlah kamu membujang urwah bin 


Zubair salah seorang murid Aisyah sangat mengagumi keluargaan penguasaan ilmu Aisyah Dia berkata aku berpikir tentang urusanmu sungguh aku mengagumimu menurutku Engkau adalah manusia yang paling banyak mengetahui sesuatu Aisyah berkata apa yang menyebabkanmu berpendapat seperti itu dia menjawab Engkau adalah istri nabi shallallahu alaihi wasallam dan Putri Abu Bakar engkau mengetahui hari-hari nasab dan Sya Ir orang-orang Arab Dia berkata lagi apa yang menyebabkan engkau dan Ayahmu menjadi orang yang paling pandai daripada seluruh orang Quraisy aku sangat mengagumi kepandaianmu tentang ilmu medis dari manakah engkau mendapatkan ilmu itu Aisyah menjawab wahai urwah sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sering sakit sehingga dokter dokter Arab dan bukan Arab datang mengobati beliau dari merekalah aku belajar tentang penguasaan bahasa dan sastranya kembali urwah berkomentar demi Allah aku belum pernah melihat seorang pun yang lebih fasih daripada Aisyah selain Rasulullah sendiri Al Ahnaf bin Qais berkata aku telah mendengar khotbah Bin Abu Bakar Umar Bin Khattab Utsman bin Affan dan Ali Bin Abi Thalib hingga saat ini aku belum pernah mendengar satu perkataan pun dari makhluk Tuhan yang lebih berisi dan baik daripada perkataan Aisyah salah satu contoh kefasihannya dapat kita lihat dari 


kata-katanya pada kuburan ayahnya Abu Bakar Allah telah mengillaukan wajahmu dan bersyukur atas kebaikan yang telah engkau perbuat engkau merendahkan dunia karena engkau berpaling darinya akan tetapi untuk Engkau adalah Mulia karena engkau selalu menghadap untuknya kalau peristiwa terbesar setelah rasulullah wafat dan musibah terbesar adalah kematianmu kitab Allah menghibur dengan kesabaran dan menggantikan yang baik Selain mu aku merasakan janji Allah yang telah ditetapkan bagimu dan ikhlas atas kepergianmu dengan memohon darinya gantimu Dan aku berdoa untukmu Kami hanyalah milik Allah dan kepadanyalah kami kembali bagimu salam sejahtera dan rahmat Allah dari Aisyah pun sering keluar kata-kata hikmah yang terkenal seperti bagi Allah 


mutiara Taqwa takkan ada kesembuhan bagi orang yang di dalam hatinya terbesit kemarahan pernikahan adalah perbudakan maka seseorang hendaklah melihat kepada siapa dia mengabdikan Putri kemuliaannya Subhanallah begitu Mulia Aisyah binti Abu Bakar istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam demikianlah kisah Aisyah binti Abu Bakar istri Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Semoga kita banyak mengambil pelajaran Terima kasih wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Posting Komentar untuk "Kisah Istri Nabi!. Aisyah. Wanita Paling Cerdas | Orang islam wajib tau"