Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cerita Ummu Habibah yang menikah jarak jauh dengan Nabi Muhammmad SAW

Brebes.net - Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh Selamat datang kembali di artikel selanjutnya tentang Ummu Habibah adalah wanita yang menikah dengan Rasulullah dari jarak jauh Rasulullah di Madinah sedangkan Ummu Habibah berada di Afrika yaitu di habasyah Bagaimana bisa simak video ini sampai selesai mengenal Ummu Habibah sebagaimana kita ketahui dalam bahasa Arab nama yang sebelumnya terdapat kata umum Abu Ibnu dan bintu dinamakan dengan kunnya demikian juga dengan Ummu Habibah ini adalah kuliah bukan 

nama nama beliau adalah Ramlah binti Abu Sufyan atau sakhar bin harap bin Umayyah bin Abdul Syams bin Abdul Manaf Al umawiyah Ummu Habibah dilahirkan 25 tahun sebelum Hijriah ayah Ummu Habibah dikenal dengan sebutan Abu Sufyan Ibu Ummu Habibah bernama Shafiyah binti Abil asyibin Umayyah bin Abdi Syams yang merupakan Bibi sahabat Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam yaitu sayidina Utsman bin Affan radhiyallahu Anhu sejak kecil Ummu Habibah terkenal memiliki kepribadian yang kuat kefasihan dalam berbicara sangat cerdas dan sangat cantik Ummu Habibah wafat pada tahun ke-44 Hijriyah Dalam usia 70 tahun jenazah beliau dimakamkan di Baki bersama istri-istri Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam yang lain kisah-kisah Ummu Habibah pernikahan hijrah dan penderitaan Ummu Habibah ketika usia Sayyidah Ramlah sudah cukup untuk menikah Ubaidillah bin jasi mempersuntingnya dan Abu Sufyan pun menikahkan mereka Ubaidillah terkenal sebagai pemuda yang Teguh memegang agama Ibrahim Alaihissalam dia berusaha menjauhi minuman keras dan Judi serta berjanji untuk memerangi agama berhala Saidah Ramlah sadar bahwa dirinya 


telah menikah dengan seseorang yang bukan penyembah berhala tidak seperti kaumnya yang membuat dan menyembah patung-patung di dalam hatinya terbersit keinginan untuk mengikuti suaminya memeluk agama Nabi Ibrahim Alaihissalam Sementara itu di Mekkah mulai tersebar berita bahwa Nabi Muhammad datang membawa agama baru yaitu agama samawi yang berbeda dengan agama orang Quraisy pada umumnya mendengar kabar itu hati Ubaidillah tergugah kemudian menyatakan dirinya memeluk agama baru itu dia pun mengajak istrinya yaitu Saidah Ramlah untuk memeluk Islam bersamanya mendengar misteri Nabi Muhammad berhasil dan maju pesat orang-orang Quraisy menyatakan perang terhadap kaum muslimin sehingga Rasulullah memerintahkan kaum muslimin untuk berhijrah ke habasyah diantara mereka terdapat Saidah Ramlah dan suaminya yaitu Ubaidillah bin jasi Setelah beberapa lama mereka menanggung penderitaan berupa penganiayaan pengasingan bahkan pengusiran dan keluarga yang terus mendesak agar mereka kembali kepada agama nenek moyang ketika itu Saidah haramlah Tengah mengandung bayinya yang pertama Setibanya di habasyah by Sayyidah Ramlah lahir yang kemudian diberi nama 


Habibah dari nama bayi inilah kemudian nama Saidah Ramlah berubah menjadi Ummu Habibah selama mereka di habasyah terdengar kabar bahwa kaum muslimin di Mekah semakin kuat dan jumlahnya bertambah sehingga mereka menetapkan untuk kembali ke negeri asal mereka sementara itu Ummu Habibah dan suaminya memilih untuk menetap di habasyah di tengah perjalanan rombongan kaum muslimin yang akan kembali ke Mekah mendengar kabar bahwa keadaan di Mekkah masih gawat dan orang-orang musyrik semakin meningkatkan tekanan dan boikot terhadap kaum muslimin akhirnya mereka memutuskan untuk kembali ke habasyah beberapa tahun tinggal di habasyah kaum muslimin sangat mengharapkan kesedihan akan cepat berlalu dan barisan kaum muslimin menjadi kuat namun kesedihan belum habis kondisi itulah yang menyebabkan Ubaidillah memiliki keyakinan bahwa kaum muslimin tidak akan pernah kuat tampaknya Dia sudah putus asa sehingga sedikit demi sedikit hatinya mulai condong pada agama nasrani yaitu agama orang habasyah Ummu Habibah mengatakan bahwa dia memimpikan sesuatu aku melihat suamiku berubah menjadi manusia paling jelek bentuknya aku terkejut dan berkata demi allah keadaannya telah berubah Pagi harinya Ubaidillah berkata Wahai Ummu Habibah aku melihat tidak ada agama yang lebih baik daripada agama Nasrani dan aku telah menyatakan diri untuk memeluknya setelah aku memeluk agama Muhammad aku akan memeluk agama Nasrani aku berkata Sungguhkah hal itu baik bagimu kemudian aku ceritakan kepadanya tentang mimpi yang aku lihat namun dia tidak memperdulikannya 


akhirnya dia terus-menerus meminum minuman keras sehingga merenggut nyawanya demikianlah Ubaidillah keluar dari agama Islam yang telah dia pertaruhkan dengan hijrah ke habasyah dengan menanggung derita meninggalkan kampung halaman bersama istri dan anak-anaknya yang masih kecil Ubaidillah pun berusaha mengajak istrinya untuk keluar dari Islam namun usahanya sia-sia karena Ummu Habibah tetap kokoh dalam Islam dan mempertahankannya hingga suaminya meninggal Ummu Habibah merasa terasing di tengah kaum muslimin karena merasa malu atas kemerta dan suaminya baginya tidak ada pilihan lain kecuali kembali ke Mekkah padahal orang tuanya yaitu Abu Sufyan sedang gencar menyerang nabi dan kaum muslimin dalam keadaan seperti itu Ummu Habibah merasa rumahnya tidak aman lagi baginya sementara keluarga suaminya telah meninggalkan rumah mereka karena telah bergabung dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam akhirnya dia kembali ke habasyah dengan tanggungan derita yang berkepanjangan dan menanti takdir dari Allah Ummu Habibah menikah dengan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan menjadi Ummul mukminin Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam selalu memantau keadaan umat Islam tidak saja yang berada di Mekkah dan Madinah tetapi juga yang di habasyah ketika memantau habasyah lah beliau mendengar kisah tentang Ummu Habibah yang ditinggalkan Ubaidillah dengan derita yang ditanggungnya selama ini hati beliau terketuk dan berniat 


menikahinya di kesempatan lainnya Ummu Habibah kembali bermimpi namun Mimpi kali ini adalah mimpi indah ada seorang yang datang kepadanya dan berkata mukminin Aku kaget dan Kuta kuil mimpi itu bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mempersuntingku Setelah usai masa iddah ku datang seorang utusan an-najasyi di depan pintu meminta izin bertemu ternyata itu adalah budak perempuan miliknya yang namanya Abrahah dialah yang mengurusi pakaian Annajah dan meminyaki dirinya ia masuk ke rumahku dan berkata Raja berpesan untukmu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam menulis surat padaku untuk menikahkanmu dengan beliau Allah memberimu kabar gembira yang begitu baik sambung Budak itu ia melanjutkan Raja berkata padamu tunjuk orang yang mewakilimu untuk menikahkanmu Ummu Habibah mengirim Khalid Bin Said bin Al Ash ia mewakilkan dirinya dengan Khalid kemudian ia memberi Abrahah dua gelang perak dan dua perhiasan yang di Nakan di kaki dan juga cincin perak itu disematkan di jari kakinya hal itu sebagai bentuk syukur atas kabar gembira yang ia bawa saat tiba waktu sore Anda Jessi memerintah Ja'far Bin Abu Thalib untuk mengundang kaum muslimin menghadiri resepsi pernikahan ini khotbah segala puji bagi Allah sang Maharaja Maha Suci Maha Pemberi keselamatan Maha memberi keamanan Maha menjaga maha perkasa dan Maha Kuat Aku bersaksi tidak ada sesembahan yang benar kecuali Allah dan Muhammad adalah hamba dan utusannya dialah yang dikabarkan oleh Isa bin Maryam Amma ba'du sesungguhnya Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam 


menulis surat kepadaku agar menikahkannya dengan Ummu Habibah binti Abu Sufyan aku pun memenuhi seruan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan aku memberikan sebanyak 400 Dinar kemudian aku serahkan dinar-dinar itu kepada sekelompok orang Khalid Bin Saad gantian berbicara segala puji bagi Allah aku memujinya meminta kepadaNya dan memohon pertolongannya Aku bersaksi tidak sesembahan yang benar kecuali Allah tidak ada sekutu baginya dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusannya dia mengutusnya dengan petunjuk dan agama yang benar agar agama tersebut menang dibanding agama selainnya walaupun Hal itu membuat orang-orang musyrik benci aku telah memenuhi seruan Rasulullah Shallallahu alaihi wasallam dan kunikahkan beliau dengan Ummu Habibah binti Abu Sufyan semoga keberkahan dari Allah untuk Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sejumlah Dinar tadi diserahkan kepada Khalid Bin sa'ad lalu ia mendekapnya merasa acara walimah telah usai para tamu mulai beranjak Khalid berkata duduklah sesungguhnya diantara sunnah para nabi Apabila mereka menikah mereka memberi hidangan makanan Ia pun mengundang mereka makan hidangan disantap setelah itu baru mereka pulang Ummu Habibah berkata saat mas kawin tadi sampai di tanganku kuserahkan ia kepada Abrahah yang telah memberi kabar gembira padaku kukatakan padanya aku pernah memberimu apa yang telah aku berikan waktu itu padahal saat itu aku tak memiliki sepeser harta pun ini ada 50 sekian atau sejumlah harta ambil dan gunakanlah ia menolak harta itu setiap aku memberinya ia selalu 


mengembalikannya padaku ia berkata Raja berpesan padaku agar tak menerima sedikitpun darimu Dan Akulah orang yang mengurusi pakaiannya Dan wewangiannya sungguh aku telah mengikuti agama Muhammad Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam dan aku telah berserah diri atau berislam kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala Raja memerintahkan kepada istri-istrinya agar mengirimimu wewangian yang mereka punya Ummu Habibah berkata esoknya aku kedatangan gaharu waros bibit parfum zabat yaitu sejenis bawangnya yang banyak kuperuntukan semua itu kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam beliau melihatnya dan tidak mengingkarinya Abrahah berkata hajatku padamu hanyalah engkau menyampaikan Salam dariku kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sampaikan padanya bahwa aku telah mengikuti agamanya kata Ummu Habibah Abrahah senantiasa berbuat baik dan melayaninya setiap ia menjumpai Ummu Habibah ia selalu mengingatkannya jangan lupa kau sampaikan keinginanku Ummu Habibah berkata saat aku berjumpa dengan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam kuceritakan Bagaimana proses lamaran dan segala bentuk perbuatan baik Abrahah kepadaku beliau tersenyum dan aku sampaikan salam darinya pada beliau nabi menjawab untuknya juga keselamatan rahmat dan berkah dari Allah Ibnu sa'ad at-tabakat Al Kubra berita pernikahan Ummu Habibah dengan Rasulullah merupakan pukulan keras bagi Abu Sufyan tentang hal itu Ibnu Abbas meriwayatkan firman Allah mudah-mudahan Allah 


menimbulkan Kasih sayang antaramu dengan orang-orang yang kamu musuhi di antara mereka Alquran surah al-mumtahanah ayat 7 ayat ini turun ketika Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menikahi Ummu Habibah binti Abu Sufyan Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam mengutus Amru bin Umayyah ke habasyah dengan membawa dua tugas yaitu mengabari kaum Muhajirin untuk kembali ke negeri mereka yaitu Madinah karena posisi kaum muslimin sudah kuat serta untuk meminang Ummu Habibah untuk Rasulullah Di tengah perjalanan kembali ke Madinah mereka mendengar berita kemenangan kaum muslimin atas kaum Yahudi di khaibar kegembiraan itu pun mereka rasakan di Madinah karena saudara mereka telah kembali dari habasyah Rasulullah menyambut mereka yang kembali dengan sukacita terlebih dengan kedatangan Ummu Habibah beliau mengajak Ummu Habibah ke dalam rumah yang ketika itu bersamaan juga dengan pernikahan beliau dengan Shafiyah binti huyay bin akhtab yaitu Putri salah seorang pimpinan Yahudi khaibar yang ditawan tentara Islam ketika itu nabi membebaskan dan menikahinya istri-istri Rasulullah lainnya menyambut kedatangan Ummu Habibah dengan hangat dan rasa hormat berbeda dengan 


penyambutan mereka terhadap Shafiyah perjalanan hidup Ummu Habibah di tengah keluarga Rasulullah tidak banyak menimbulkan konflik antar istri atau mengundang amarah beliau Selain itu belum juga ada riwayat yang mengisahkan tingkah laku Ummu Habibah yang menunjukkan rasa cemburu hikmah pernikahan Rasulullah dan Ummu Habibah Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menikahi Ummu Habibah pada tahun ke-7 Hijriyah beliau menikahinya karena memuliakannya dan meneguhkan agamanya kita tahu bagaimana perjalanan hidup Ummu Habibah cobaan berat dari ayah suami dan keadaan yang telah menyembahnya tidak sedikit seorang wanita yang Teguh memegang kebenaran jatuh lunglai tatkala suaminya yang semula seperjuangan malah balik ke belakang namun tidak dengan umur Habibah Ummu Habibah berhijrah bersama anaknya merasa Sedih ditinggal sang suami dalam situasi ia sangat membutuhkannya orang tua yang semestinya menjadi tempat mengadu setelah Allah pun tidak dapat ia andalkan ia tinggal sendiri di sebuah tempat bermil-mel jaraknya dari kampung halaman namun Ummu Habibah tetap bersabar dengan keadaannya tetap Teguh memegang ke agamanya kemudian Allah hibur Ummu Habibah dengan 


menikahkan Ummu Habibah dengan rasulnya shallallahu alaihi wasallam dan menjadikannya ibu orang-orang yang beriman perhatikanlah Bagaimana perhatian Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam terhadap kaum muslimin Meskipun mereka berada di negeri yang jauh di habasyah beliau tetap mengikuti perkembangan berita mereka bahkan kabar perkembangan per individu mereka diantaranya tentang Ummu Habibah cobaan bergilir datang padanya Ia tetap Teguh dengan iman dan agamanya Ummu Habibah bersabar dan Allah membalas kesabaran beliau dengan menikahkan beliau dengan manusia terbaik yang pernah ada saat Ummu Habibah berada dalam posisi yang sulit telah kita sebutkan di atas tentang posisi Ummu Habibah yang istimewa di antara istri-istri Rasulullah Ayahnya adalah seorang pemimpin kaum musyrik ketika umur Habibah mendapat cahaya keimanan dan Ummu Habibah menghadapi kesulitan ketika harus menjelaskan Keyakinan itu kepada orang tuanya orang-orang Quraisy mengingkari perjanjian yang telah mereka tanda tangani di hudaibiyah bersama Rasulullah mereka menyerang dan membantai banyak yang telah terikat perjanjian perlindungan dengan kaum muslimin untuk mengantisipasi hal itu rasulullah berinisiatif menyerbu Mekkah yang di dalamnya tinggal Abu Sufyan dan keluarga Ummu Habibah orang-orang Quraisy Mekkah sudah mengira bahwa kaum muslimin akan menyerang mereka sebagai balasan atas pembantaian atas Bani Klausa yang mereka lakukan mereka sudah mengetahui kekuatan pasukan kaum muslimin sehingga mereka memilih Jalan Damai diutuslah Abu Sufyan yang dikenal dengan 


kemampuan dan kepintarannya dalam berdiplomasi untuk berdamai dengan Rasulullah Sesampainya di Madinah Abu Sufyan tidak langsung menemui Rasulullah tetapi terlebih dahulu menemui Ummu Habibah dan berusaha mempererat putrinya itu untuk kepentingannya Betapa terkejutnya Ummu Habibah ketika melihat ayahnya berada di dekatnya Setelah sekian tahun tidak berjumpa karena dia hijrah ke habasyah di sinilah tampak keteguhan iman dan cinta umum Habibah kepada Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam Abu Sufyan menyadari keheranan dan kebingungan putrinya sehingga dia tidak berbicara akhirnya Abu Sufyan masuk ke kamar dan duduk di atas tikar melihat itu Ummu Habibah segera melipat tikar atau kasur sehingga tidak diduduki oleh Abu Sufyan Abu Sufyan sangat kecewa melihat sikap putrinya kemudian berkata Apakah kau melipat dekat itu agar aku tidak duduk di atasnya atau menyingkirkannya dariku Ummu Habibah menjawab tikar ini adalah alas duduk Rasulullah Sedangkan engkau adalah orang musyrik yang najis Aku tidak suka engkau duduk di atasnya setelah itu Abu Sufyan pulang dengan merasakan pukulan berat yang tidak 


diduga dari putrinya Dia merasa bahwa usahanya untuk menggagalkan serangan kaum muslimin ke Mekah telah gagal Ummu Habibah telah menyadari apa yang akan terjadi Ummu Habibah yakin akan tiba saatnya pasukan muslim menyerbu Mekkah yang didalamnya terdapat keluarganya namun yang Ummu Habibah ingat hanya Rasulullah Ummu Habibah mendoakan kaum muslimin agar memperoleh kemenangan Allah mengizinkan kaum muslimin untuk membebaskan Makkah Rasulullah bersama ribuan tentara Islam memasuki Mekkah Abu Sufyan merasa dirinya sudah terkepung puluhan ribu tentara Dia merasa bahwa telah tiba saatnya kaum muslimin membalas sikapnya yang selama ini menganiaya dan menindas mereka Rasulullah sangat kasihan dan mengajaknya memeluk Islam Abu Sufyan menerima ajakan tersebut dan menyatakan keislamannya dengan kerendahan diri Abbas paman Rasulullah meminta beliau menghormati Abu Sufyan agar dirinya merasa tersanjung atas kebesarannya atas berkata sesungguhnya Abu Sufyan itu seorang yang sangat suka disanjung di sini tampaklah kepandaian dan kebijakan Rasulullah beliau menjawab barangsiapa yang memasuki rumah Abu Sufyan dia akan selamat barangsiapa yang menutup 


pintu rumahnya dia pun akan selamat dan barangsiapa yang memasuki Masjidil Haram dia akan selamat begitulah Rasulullah menghormati kebesaran seseorang Dan Allah telah memberi jalan keluar yang baik untuk menghilangkan kesedihan Ummu Habibah dengan keislaman ayahnya kehidupan Ummu Habibah sepeninggal Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam wafat Ummu Habibah tetaplah orang yang sama Ummu Habibah Tetap Wanita yang dulu yang teguh dalam memegang kebenaran ketika datang berita kematian ayahnya Ummu Habibah meminta wangi-wangian setelah didatangkan beliau pun mengusapkannya pada kedua hastanya Seraya berkata Sebenarnya aku tidak membutuhkan wangi-wangian ini Seandainya aku tidak mendengar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir bergabung pada seorang Mahir lebih dari 3 hari kecuali pada suaminya yaitu selama 4 bulan 10 hari hadis riwayat Bukhari dan Muslim selama 33 tahun melanjutkan kehidupannya sepeninggal Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Ummu Habibah banyak melewati peristiwa-peristiwa besar bersama kaum muslimin saat terjadi petaka di zaman Sayyidina Utsman 


para pemberontak Kian mengganas seseorang berkata Seandainya kalian menemui salah seorang Ummul mukminin mudah-mudahan mereka berhenti dari Usman mereka menemui Ummu Habibah binti Abu Sufyan aku yaitu periwayat yaitu Hasan al-bashri melihat ia berada di sokodup di atas bagal yaitu peranakan kuda dengan keledai putihnya orang-orang membawanya kekediaman Usman namun para pemberontak memalingkan arah tunggangannya mereka menolaknya juga senantiasa menjaga hubungan baiknya dengan saudari-saudarinya sesama istri nabi dari Auf bin Al Haris ia mendengar Aisyah radhiyallahu Anhu berkata Ummu Habibah pernah memanggilku ketika ia akan meninggal dunia ia berkata diantara kita pasti pernah ada masalah semoga Allah mengampuni aku dan 


engkau dari apa saja yang terjadi diantara kita Aisyah pun berkata Semoga Allah memaafkanmu atas seluruh kesalahanmu dan menghalalkan itu semua Ummu Habibah lantas berkata engkau telah membahagiakanku Semoga Allah juga memberikan kebahagiaan untukmu Ummu Habibah juga menyatakan kepada Ummu selama seperti itu pula Ibnu sa'at Al Kubra akhir perjalanan Ummu Habibah dan meriwayatkan hadits setelah Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam wafat Ummu Habibah hidup menyendiri di rumahnya hanya untuk beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala dalam kejadian fitnah besar atas kematian Utsman bin Affan dia tidak berpihak kepada siapapun bahkan ketika saudaranya yaitu muawiyah Bin Abu Sufyan berkuasa sedikitpun dia tidak berusaha mengambil kesempatan untuk menduduki posisi tertentu dia juga tidak pernah menyendir Ali Bin Abi Thalib lewat sepatah kata pun ketika bermusuhan dengan saudaranya itu dia pun banyak meriwayatkan Hadits Nabi yang kemudian diriwayatkan kembali oleh para sahabat berikut beberapa keutamaan Ummu Habibah yang pertama Ummu Habibah sangat mencintai Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Buktinya adalah Hadits berikut dimana Ummu Habibah radhiyallahu 


anha berkata Wahai Rasulullah nikahilah saudara perempuanku anak perempuan Abu Sufyan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab Apakah engkau senang akan hal itu Ummu Habibah menjawab Benar aku tidak hanya ingin menjadi istrimu dan aku ingin saudara perempuanku bergabung denganku telah memperoleh kebaikan Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda saudara perempuanmu itu tidak halal bagiku Ummu Habibah berkata kami mendengar berita bahwa engkau ingin menikahi anak perempuan Abu Salamah beliau bersabda anak perempuan Abu Salamah Ummu Habibah menjawab iya beliau bersabda seandainya ia bukan anak tiriku yang ada dalam asuhanku dia tetap tidak halal aku nikahi karena ia adalah anak perempuan saudara laki-lakiku dari hubungan persusuan yaitu aku dan Abu Salamah sama-sama pernah disusui oleh suwaibah yaitu Maula Abu Lahab Oleh karena itu janganlah engkau tawarkan anak perempuanmu atau saudara perempuanmu kepadaku Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim yang kedua Ummu Habibah sangat ditiba Yaitu mengikuti petunjuk Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam Buktinya adalah tentang Hadits salat rawatib dalam sehari berikut ini dari Ummu Habibah radhiyallahu anha Rasulullah Shallallahu 


Alaihi Wasallam bersabda barangsiapa mengerjakan salat Sunnah atau salat rawatib dalam sehari semalam sebanyak 12 rakaat maka karena sebab amalan tersebut ia akan dibangun sebuah rumah di surga Coba kita lihat Bagaimana keadaan para periwayat hadits ini ketika mendengar hadits tersebut diantara periwayat hadits di atas adalah anno'man bin Salim Ammar Bin Aus ambassa bin Abi Sufyan dan Ummu Habibah yang mendengar dari Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam secara langsung Ummu Habibah mengatakan Aku tidak pernah meninggalkan salat Sunnah 12 rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut langsung dari Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam ambassa mengatakan Aku tidak pernah meninggalkan salat Sunnah 12 rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari Ummu Habibah Ammar Bin Aus mengatakan Aku tidak pernah meninggalkan salat Sunnah 12 rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadits tersebut dari ambassa anno'man bin Salim mengatakan Aku tidak pernah meninggalkan salat Sunnah 12 rakaat dalam sehari sejak aku mendengar hadis tersebut dari Amr Bin Aus Hadits Riwayat Muslim bukti lainnya yang menunjukkan Ummu Habibah sangat ittiba adalah ketika 


menyikapi ayahnya yang meninggal dunia dari Ummu Habibah binti Abu Sufyan ketika datang berita kematian ayahnya ia meminta wangi-wangian setelah didatangkan Ia pun mengusapkannya pada kedua hastanya Seraya berkata Sebenarnya aku tidak membutuhkan wangi-wangian ini Seandainya aku tidak mendengar Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir berkabung pada seorang mayat lebih dari 3 hari kecuali pada suaminya yaitu selama 4 bulan 10 hari hadis riwayat Bukhari dan Muslim yang ketiga Ummu Habibah meminta maaf sebelum ia meninggal dunia dari Auf bin Al Haris ia mendengar Aisyah radhiyallahu Anhu berkata Ummu Habibah pernah memanggilku ketika ia akan meninggal dunia ia berkata diantara kita pasti pernah ada masalah semoga Allah mengampuni aku dan engkau dari apa saja yang terjadi diantara kita Aisyah pun berkata Semoga Allah memaafkanmu atas seluruh kesalahanmu dan menghalalkan itu semua 


Ummu Habibah lantas berkata engkau telah membahagiakanku Semoga Allah juga memberikan kebahagiaan untukmu homo Habibah juga menyatakan kepada Ummu Salamah seperti itu pula Ia pun meninggal dunia pada tahun 44 Hijriyah pada masa Khalifah muawiyah bin Abi Sufyan hadits riwayat Abu Sa'id dan Ibnu asakir dalam tarik dimaski Al Hakim walau sanad hadits ini Dhaif sekali dari jalur Al waqidi dan Abu sabra keduanya perawi yang matruk wafatnya Ummu Habibah Ummu Habibah wafat di kota Madinah tahun 44 Hijriah beliau wafat di masa pemerintahan saudaranya yaitu muawiyah Bin Abu Sufyan Semoga Allah meridai mereka semua demikianlah kisah Ummu Habibah perempuan yang memiliki keimanan yang kuat dan dinikahi Rasulullah dari jarak jauh Semoga kita banyak mengambil pelajaran Terima kasih sudah membaca artikel ini jangan lupa share yaang lain yah wassalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh

Posting Komentar untuk "Cerita Ummu Habibah yang menikah jarak jauh dengan Nabi Muhammmad SAW"